Minggu, 20 Desember 2020

AKHIR TAHUN 2020

 TETAP SEMANGAT MENUJU TAHUN 2021

Tahun kemarin adalah tahun kembar dan tahun yang akan datang adalah tahun kakak beradik. Kakaknya tahun 20 dan adiknya tahun 21/ Tetapi tahun besok mempunyai kesamaan dengan abad yakni abad 21/ Sehingga tahun-tahun yang alhamdulillah kita lalui ini memang mengandung makna-makna yang unik. Kalau kita mau berpikir sebenarnya yang bertambah tua itu waktu apa kita? Yang bertambah dekat dengan ajal waktu apa kita? Yang bertambah degradasi dan mengalamai degenerasi waktu apa kita? Ini pertanyaan yang tidak perlu dijawab. Cukup direnungkan dan dipikirkan ulang, selanjutnya bisa digunakan untuk menjalani hari-hari tersisa dari rangkaian detik-detik yang sudah dan akan kita lewati. Kita adalah manusia yang terbentuk dari gugusan detik-detik dan akan berhenti menjadi manusia di dunia ini pun karena detik-detik. Yang saya tahu ajal tidak akan kurang dan lebih tiap detiknya, eksak!. Keunikan manusia (dan bangsa jin) dibandingkan dengan makhluk lain adalah bahwa kita semua menyadari akan ajal kita masing-masing bukan TEPAT nya kapan akan tetapi tentang PASTI datangnya. Karena makhluk lain hewan, tumbuhan tidak pernah memikirkan hal tersebut. Karena memang piranti yang diberikan Allah SWT tidak diberikan kepada mereka.Piranti puncak dari manusia (dan bangsa jin) adalah akal dan hati, yang nantinya akan menjadi wadah dan hardware untuk menjalankan apa yang disebut sebagai "beban/taklif" kepada manusia setelah memasuki masa akil balig, sering disebut sebagai mukallaf. Prinsip dasar antara manusia dan bangsa jin sama, untuk beribadah kepada Allah SWT hanya saja pada jaman kita sekarang ini, manusialah yang Allah SWT takdirkan untuk menjadi khalifah NYA di bumi ini, karena sebagian riwayat telah menuturkan bahwa masa kekhalifahan bangsa jin sudah berakhir jauh sebelum Bapak Manusia Nabi Adam AS diutus ke bumi. Salah satu legasi dari kekhalifahan bangsa jin adalah iblis, yang akhirnya malah menjadi biang kerok dan hambatan manusia beriman untuk memakmurkan bumi ini dengan jalan yang diridhoi dan sesuai petunjuk NYA. Intinya manusialah sekarang yang menjadi penguasa bumi, bukan untuk ditelantarkan, bukan untuk dirusak, bukan untuk dieksploitasi secara berlebihan dan bukan untuk dibiarkan tanpa bermanfaat. Dan sejak beberapa dekade ini terasa sekali banyak manusia yang lupa dan tidak menyadari bahwa dirinya sudah bertindak seperti buka seorang kholifah, memperlakukan bumi dengan tidak adil. Akibatnya berbalik kepada kita sendiri, iklim yang tidak bersahabat - tadinya bersahabat - pemanasan global - naik hampir 1,5 derajat selsius setiap tahunnya  - dan angka itu kata para ilmuwan bisa saja meningkat drastis, sumpek dan gerahnya ekosistem bumi karena ketidaksadaran manusia dalam mengelola dan memakmurkan bumi ini. Maka saya mengajak untuk menanam pohon, minimal dalam pot di rumah. Jangan sampai kita punah karena terlalu mengandalkan orang lain. 

MENUJU TAHUN 2021

Tinggal menghitung hari, sekitar sepuluh hari lagi dari saya posting tulisan ini. Semoga kita semua bisa lebih memahami makna dari umur, usia dan sisa umur kita masing-masing. Karena ajal bukan sistem antri berurutan artinya yang nomornya kecil ajalnya duluan dan yang nomornya besar belakangan, bukan seperti itu. Akan tetapi ajal adalah sesuatu yang unik dan hanya ada satu untuk tiap individu manusia. Dan tiap-tiap yang bernyawa dan mempunyai nafas pasti akan mati. Ini mutlak, tidak ada yang abadi di bumi ini. Hubungannya dengan angka dan umur, sebetulnya hanya sekedar pengingat. Karena angka bisa dibuat dan bahkan bisa dipalsukan sedangkan umur yang sebenarnya tetaplah berjalan, sebagaimana ajalpun tetap sama tidak kurang tidak lebih. Selamat tahun baru 2021 semoga dengan berkurangnya jatah kita di bumi ini menjadikan kehidupan kita lebih baik atau kita lebih mau berdamai dengan kenyataan bahwa tanggungjawab kita semakin berat, dan kemampuan kita perlahan namun pasti akan bertambah kemudian berkurang diiringi sang waktu. Semoga tahun depan COVID19 - sudah berumur hampir dua tahun - segera bisa diatasi dengan tuntas.

Senin, 26 Maret 2018

TERGELITIK INDONESIA YANG "BUBAR 2030"

INDONESIA ADALAH KEAJAIBAN YANG DIBERIKAN TUHAN DI BUMI INI
Jangan malu menjadi orang Indonesia, jangan mau dipecah belah, dan jangan mau dikuasai secara mental dan moral oleh bangsa lain yang bertujuan untuk memiliki negeri surga ini. Untaian jamrud khatulistiwa ini, seharusnya dan secepatnya harus dijadikan "milik rakyat Indonesia sendiri", dan untuk mewujudkannya adalah tugas dari negara untuk mengaturnya. Bukan undang-undang yang ada campurtangan dari negeri dan kepentingan bangsa lain. Tetapi murni aspirasi dan amanat penderitaan rakyat Indonesia. Murni, luhur, adiluhung dan mencerminkan pribadi bangsa ini yang berperadaban sangat maju jauh-jauh sebelum ditemukannya revolusi Industri di Eropa sana. Dengan berbagai keunggulan dari semua suku bangsa yang ada di Indonesia ini, tidak ada yang berusaha untuk mengunggulkan dirinya demi saudaranya yang lain. Meletakan ego dan harga diri (memang semua rakyat Indonesia adalah sangat berharga) - demi persatuan dan kesatuan bangsa ini, Indonesia di tahun 70-80 an saja, orang masih  dunia belum begitu menyadari akan kekuatan dan potensi serta "isi dapur" negara dan bangsa ini, mereka hanya melihat secuil dari bagian bangsa yang sangat besar ini yakni Bali atau Pulau Bali - pulau dewata di Indonesia, terkenal karena keindahan dan budaya nya - merekapun terkagum-kagum dan semakin hari semakin banyak "bagian-bagian istimewa" dari negara Indonesia ini. Bali semakin tenar di dunia, di ujung timur sana ada Raja Ampat kawasan laut eksotis yang sangat indah, termasuk budaya saudara kita yang disana pun sangat bagus. Melihat Indonesia yang begitu ajaib mereka bahkan ada yang dengan senang hati menjadi WNI dan tidak mau pulang ke negara asal mereka. Banyak sekali hal itu terjadi. Adalah seperti sebuah hipnotis keindahan negara Indonesia ini, membuat bangsa-bangsa imperialis ngiler ingin menguasai atau berkuasa lebih lama di nusantara ini - sebelum menjadi Indonesia kita tenar dengan sebutan nusantara - bangsa belanda, portugis, sepanyol dan Inggris, serta percobaan oleh bangsa Mongol (kubilaikhan - jaman raja kertanegara), ini karena mereka sebenarnya sangat tahu dan sangat yakin bahwa inilah syurga dunia, keajaiban dunia yang Tuhan Yang Maha Esa ciptakan di bumi. Negara maritim terbaik di bumi, negara dengan iklim terbaik di bumi, negara dengan suhu yang paling stabil di bumi - tanpa teknologi kita bisa hidup di Indonesia, berbeda dengan yang beriklim ekstrim, gurun pasir dan padang es misalnya - dan anda bisa buktikan masih ada saudara kita yang masih nomaden di pedalaman sumatera dan kalimantan, tanpa listrik, tanpa phone cell mereka masih bisa bertahan hingga hari ini dari berabad-abad yang lalu. Rangkuman keindahan dan keajaiban ini ditambah lagi mereka mau bersatu dalam wadah NKRI. Menjadikan bangsa ini adalah bangsa yang berhasil "merebut kemerdekaan",  menampakkan jatidiri dan mempunyai "konsensus/persetujuan umum" untuk bersatu dengan tidak menghilangkan ciri dan identitas kesukuan mereka. Ini adalah keajaiban lainnya.


MUNGKINKAH MUSUH BANGSA INI ADA YANG TIDAK RELA ?
Apakah bangsa Indonesia tidak punya musuh ? Indonesia adalah bangsa yang cinta damai, anti permusuhan tetapi lebih mencintai kemerdekaan. Jadi kalau ada bangsa seperti jaman Belanda, Jepang, atau sebelum itu, maka rakyat Indonesia - rakat nusantara - tidak akan tinggal diam melenyapkan kelalilman dan penindasan yang ada di atas bumi pertiwi ini. Dan itu sudah dibuktikan dari jaman Raja Kerta Negara yang dilakukan oleh Raden Wijaya. Mengusir bangsa Mongol dari bumi pertiwi, dan para pahlawan pengusir Portugis, Belanda, Sepanyol dari bumi nusantara ini. Bukti sudah jutaan rakyat Indonesia - atau rakyat nusantara - menjadi pahwalawan yang gugur, itu bukti valid bahwasanya putra-putri nusantara memang sangat mencintai tanah tumpah darahnya. Kita sudah menjadi bangsa yang merdeka, berusaha untuk cinta damai dengan berbagai organisasi dunia yang menjamin ke arah tersebut tahun dahulu kita menjadi negara non-blok, menjadi anggota PBB dengan mengirim pasukan perdamaian ke penjuru dunia. Akan tetapi musuh dari bangsa ini memang tidak akan mungkin rela melihat bangsa ini menjadi hebat, menjadi kuat dan menjadi role model bagi homogenitas dalam berbangsa, yang mereka tidak rela adalah bila bangsa Indonesia menjadi kuat dan menjadi pandai dan maju. Dengan berbagai macam cara yang sangat halus namun membuat bangsa ini tidak berdaya, terpedaya dan terpesona, padahal bangsa ini sudah masuk kendali musuh-musuh kita. Sekali lagi dengan tidak terasa. Pernahkah anda melihat dan merasakan adanya sesuatu yang membuat diri dan bangsa ini "perasaan" tidak ada bagus-bagusnya ? Kita lebih cinta produksi barang dan jasa dari luar negeri, kita lebih memandang bangsa lain lebih maju dan lain sebagainya. Mengapa hal itu terjadi ? Karena kita memang sudah tidak lagi menjadi bangsa Indonesia sejati yang berdikari dalam kedaulatan negara, ekonomi dan kebudayaan.Dan itu sudah terjadi sekarang ini. Mindset atau pola pikir bangsa ini menjadi bangsa yang tidak kuat dalam menghadapi proses, maunya instan - korupsi dan nepotisme, plagiarisme (latah) adalah salah satu buktinya - menganut paham kapitalis yang kental, terbawa arus individualis dan materialis, dan itu nyata. Saya kadang bertanya masih adakah sisa-sisa jati diri dari bangsa ini ? Jawabannya adalah merupakan renungan bagi kita semua, mau mempertahankan jati diri bangsa ini atau malah mau menjadi bangsa yang latah dan pengekor seperti yang terjadi seperti sekarang ini. Mereka menjajah kita bukan dengan fisik, tetapi dengan bentuk lain yang lebih mengerikan dari penjajahan fisik, yaitu penjajahan mental dan mindset. Pernahkah anda merasakan bahwa kita sudah lupa dengan diri sendiri ? Mana bangsa yang mendiami nusantara ribuan tahun yang adi luhung, ulet dan giat dalam membangun peradaban, yang ramah dan bersatu padu. Semua itu mulai lentur dan bahkan luntur. Perbuatan siapakah ini atau kebetulan ? Sejarah mencatat bahwa watak imperialis tidak akan hilang dan dimodifikasi sedemikian rupa agar tetap lestari dan eksis, dulu penjajahan fisik, sekarang penjajahan mental, moral, kebudayaan, ekonomi dan bahkan politik-bernegara. Sebab penjajahan fisik adalah bentuk penjajahan jaman lampau yang lebih mudah untuk dimerdekakan. Sampai kapan kita begini ? Sampai musuh-musuh bangsa ini rela melepaskan cengkeramannya ? Sungguh itu sebuah impian yang muskil dan mustahil.

PENDIDIKAN YANG MEMBUAT BANGSA INI MUNDUR
Tertinggal di belakang itu kalau bangsa lain membangun sementara bangsa kita stagnan-jumud-ajeg, itu namanya tertinggal. Akan tetapi saya resah dengan bangsa ini yang bahkan berjalan mundur dalam dunia pendidikan terutama. Dari tingkat PAUD s.d PERGURUAN TINGGI. Saya hanya melihat dari segi sebagai orang tua yang mengalami bagaimana perbedaan pendidikan kita dari saya kecil hingga anak saya sudah menjelang kuliah. Cukup lama, dari jaman orde baru hingga jaman sekarang. Saya melihat dan merasakan betapa anak-anak saya tertekan dengan pelajaran yang diberikan oleh sistem pendidikan kita (kurikulum), anak-anak SD dijejali berbagai macam mata pelajaran yang menurut saya diluar batas kemampuan dan di luar nalar dari anak-anak seusia mereka. Tidak masuk akal, tidak masuk nalar dan dituntut oleh sistem pendidikan agar nilai akademik dan non-akademik menjadi bagus atau kalau bisa sempurna. Ada apa dengan kurikulum kita ? Siapakah yang merancangnya ? Apakah tidak ada ahli mental dan perkembangan anak di dalam tim penyusun kurikulum pendidikan kita ? Kalau anda menyadari bahwa pelajaran yang penting bagi kehidupan seolah dibuat untuk menjadi momok yang menakutkan bagi anak didik kita, termasuk mahasiswa saya tidak terlalu tahu, karena mahasiswa sudah dewasa mau diberi materi dan tingkat kesukaran yang ekstrim sekalipun seharusnya mereka memang sudah kompatibel dan kredibel daya nalar dan daya pikirnya. Yang saya sayangkan adalah tingkat pendidikan dasar dan menengah kita yang "menjemukan" dalam - saya katakan - menjejali otak anak kita dengan pelajaran yang sangat heterogen dengan tingkat kesulitan yang tidak masuk akal. Makanya saya menanyakan apakah tidak ada ahli (psikolog) anak yang merancang dan menyusun kurikulum pendidikan dasar dan menengah kita ? Kalau kaitanya dengan postingan saya ini, saya melihat ada tiga mata pelajaran (saya sebut dari SD s/d SMA/SMK saja) yang sangat krusial yang sengaja dibuat sedemikian HOROR bagi anak didik kita, yang tidak dibikin horor malah ditiadakan. Saya melihat semua pelajaran adalah penting, akan tetapi tiga pelajaran pondasi inilah yang memundurkan bangsa ini di kemudian hari kalau kurikulum tidak diperbaiki dengan ekstrim. Pelajaran dasar semua ilmu pengetahuan yaitu MATEMATIKA (dulu aljabar), terkesan sangat horor dan berapa banyak anak yang gemar matematika? Padahal kalau materi yang diberikan adalah asupan yang pas bagi anak didik kita, matematika adalah pelajaran yang menyenangkan, seperti tebak-tebakan, mencari solusi, permainan dan lain sebagainya, sebagai sesuatu yang asyik, bukan yang SULIT apalagi HOROR. Anda bisa melihat sekarang bahwa anak SD sekarang diberikan asupan pelajaran untuk SMA di jaman saya. Atau sesekali anda yang masih punya anak SD cek dan coba kerjakan PR mereka anda akan melihat bahwa itu bukan "asupan yang seharusnya buat mereka, terlalu berat, rumit dan diluar nalar", oke lah bagi anak yang jenius - di atas rata-rata - mungkin bukan sebuah persoalan, akan tetapi mereka itu adalah minoritas bukan ? Rata-rata anak adalah yang biasa-biasa saja. Sepuluh, duapuluh tahun ke depan apakah akan ada ilmuwan bila matematika yang menjadi dasar dari semua ilmu sains itu tidak dicintai, tidak disukai dan tidak diminati oleh sebagian besar bangsa ini karena merupakan pelajaran yang bukan saja tidak mengasyikkan bahkan horor ? Metematika sengaja "mereka" buat menjadi horor agar bangsa ini "mundur" dari peradaban. Kalau anda melihat nenek moyang kita begitu tinggi ilmu matematika mereka, semua candi yang tinggi megah kalau mereka tidak jenius di matematika tidak mungkin membangun peradaban yang sangat tinggi tersebut. Pelajaran ke dua yang tidak kalah horor dan rumit-runyam adalah FISIKA (baik dasar maupun terapan), apakah ada campur tangan "mereka" lagi dalam membuat gambaran pelajaran fisika ini ? Kalau dari sebab akibat dan tujuan "mereka" saya yakin bahwa ada andil dari pihak-pihak yang ingin agar bangsa ini di masa depan menjadi "penikmat teknologi" - terjajah secara teknologi - karena induk dari teknologi dan sains adalah MATEMATIKA DAN FISIKA. Dua pelajaran yang paling "menakutkan" dan " tidak digemari" oleh anak-anak bangsa sekarang ini - kalau mau jujur - anda seharusnya bersyukur  bila anak anda masih senang dan cinta dengan pelajaran yang GAHAR tersebut. Saya jadi curiga dan menjadi prihatin tentang keadaan ini. PONDASI dan MODAL DASAR untuk kemajuan sebuah peradaban dipaksa dijauhkan dari anak-anak nusantara, padahal mereka adalah generasi bangsa yang akan memegang estafet kepemimpinan bangsa ini di masa depan. Sudah saatnya bagi pemerintah untuk meninjau kembali kurikulum yang menjadikan "pintu gerbang" menjadi pembawa kemajuan peradaban - cerdik pandai dan para penemu alat sain dan teknologi - yang "dijauhkan dan dibuat corak mengerikan" ini dibuang, berikan anak didik sesuai PORSI, DAYA NALAR DAN TINGKAT KESULITAN yang pas buat mereka. MATEMATIKA DAN FISIKA bagi anak-anak dan remaja haruslah RINGAN, MENYENANGKAN DAN TIDAK DIPERSULIT/RUMIT. Satu lagi mata pelajaran penting yang "terlihat dan serasa" diabaikan atau bahkan dilupakan, mata pelajaran BUDI PEKERTI (AHLAK) sesuai dengan agama dan kepercayaan anak didik. Sehingga pelajaran ini adalah pelajaran yang aplikatif dan seharusnya langsung, memberi pendidikan budi pekerti dan ahlak haruslah diberi contoh, ada suri tauladan dari sang pendidik. Dan terkesan sudah mulai luntur, guru tidak lagi dihargai, guru tidak lagi dipandang seperti kepada orang tua sendiri, adakah yang salah ? Ya benar, karena pelajaran budipekerti adalah pelajaran hidup di masyarakat, pelajaran hidup yang sesungguhnya. Ini akan membentuk jati diri, membentuk mental dan membentuk kepribadian dari anak didik. Kalau "terkesan di hilangkan seperti sekarang ini" maka tidak heran terjadi tawuran dari tingkat SD bahkan lebih naif lagi mahasiswa pun tawuran. Ada apa ini ? Miris sekali rasanya bila melihat hal-hal yang sangat mendasar ini terjadi,  bahkan menjadi "lumrah". Ya Allah, berikan kekuatan kepada para pemimpin bangsa ini, untuk segera memperbaiki iklim buruk dunia pendidikan kita. Terutama tiga mata pelajaran POKOK dan PONDASI. Yang menjadikan anak didik dan mahasiswa menjadi MANUSIA INDONESIA, bukan hanya sekedar menjadi orang pintar. MATEMATIKA, FISIKA DAN PENDIDIKAN BUDI PEKERTI, adalah sarana yang pokok, vital dan wajib. Jangan jauhkan ketiganya dari anak didik kita. Caranya ? Menjadikan ketiganya bukan lagi horor, bukan lagi yang rumit dan runyam. Yang jadi pertanyaan bukan pemerintah dan pemegang kebijakan tidak mampu, mau apakah tidak, barangkali itu yang lebih mendekati.

Nah kembali, apakah ini menyebabkan Indonesia akan bubar 2030 ? Saya bukan ahli politik, dan bukan simpatisan politik, sehingga saya melihatnya tentang pernyataan dari salah seorang tokoh politik Indonesia membuat saya sebagai warga negara Indonesia tergelitik, dan berpikir. Apakah itu mungkin ? Jawabannya adalah mungkin, negara sebesar USSR (uni soviet) tahun 90 pun bubar bukan ? Dan bahkan negara itu termasuk super power, yang super power saja bisa bubar, apakah yang tidak super power tidak bisa bubar ? Tentulah ada kemungkinan yang sama. Tetapi saya pribadi sangat tidak menginginkan negeri ini bubar, terpecah seperi Uni Soviet. Harapan saya anda pun demikian, karena dari harapan dan kemauan kita semua maka NKRI tetap akan utuh. Saya rasa tokoh politik tersebut bukan "memastikan" akan tetapi memberikan sebuah analisa yang tentu dengan ilmu dan data yang tidak main-main. Dan semoga bagi para pemimpin yang sedang diberi amanah saat ini bukan dipandang sebagai sebuah "ujaran pesimisme" akan tetapi dijadikan sebuah "ujaran peringatan dini" sehingga memperbaiki kinerja di segala lini yang tidak tertangani dengan sempurna. Para pengamat politik memberi masukan, para ahli ekonomi memberi solusi, tinggal ego dan kepentingan dari para pemegang kekuasaan sajalah yang diharapkan bisa "mengalah" untuk memperbaiki keadaan yang ditengarai atau diprediksi akan menjadi bencana di masa depan. Karena bila terjadi bubar nya Indonesia adalah bencana besar, dan semoga tidak akan terjadi.



RENUNGAN
Menuliskan sesuatu kebenaran yang emosional seperti ini - saya tergelitik karena saya tidak rela NKRI bubar, isnya allah tidak akan terjadi - sebenarnya harapan saya agar bisa direnungkan oleh para pengemban amanah negeri ini. Tulisan seorang buruh yang merasakan keprihatinan kepada mondar mandirnya berita yang berupa hoax, tentang ketidak pastian masa depan anak didik kita, tentang bahaya yang mengancam negeri, tentang pemisahan bangsa ini dengan jatidirinya, tentang penjajahan yang sangat halus ini, tentang penggembosan intelektual bangsa ini - dilakukan dari pendidikan dasar - kemanakah lagi bangsa ini kalau pendidikan dasarnya dibuat sedemikan rupa menjadi orang yang buta teknologi dan sains (matematika dan fisika dijauhkan, dipersulit, diperumit), menjadi orang yang menjadi "terjajah secara teknologi dan sain", menjadi bangsa yang mundur. Merenungkan hal tersebut membuat hati saya semakin trenyuh. Dan harapan selalu ada, jangan putus asa, pertahankan Indonesia. Bagi para pemegang amanah bangsa ini, saya mohon, perbaiki kurikulum pendidikan bangsa ini, hemat saya, tidak apa-apa anak didik kita tidak menjadi manusia segala tahu, yang penting mereka bisa menjadi manusia yang bisa hidup dengan layak - karena ilmu pengetahuan dan ahlak yang baik -, sederhanakan kurikulum pendidikan anak didik kita terutama pendidikan dasar dan menengah. Jadikan sekolah sebagai tujuan yang menyenangkan bagi anak akan nusantara ini. Bukan menjadi tempat yang mendebarkan dan tidak kerasan di dalamnya. Salah satu musuh terbesar bangsa ini adalah kebodohan dan kemiskinan. Pendidikan yang berhasil setidaknya bisa mengusir musuh dalam diri sendiri tersebut. Terima kasih. 

Kamis, 06 Juli 2017

MENGAPA HARUS MENJADI ORANG INDONESIA

MENJADI ORANG INDONESIA
Saat ini menjadi orang Indonesia adalah sangat tidak menyenangkan bagi rakyat Indonesia sendiri. Terpinggir

Rabu, 12 November 2014

NEGARA MARITIM SUDAH DARI JAMAN DULU

NEGERI BAHARI
Nusantara adalah negara kepulauan dan tentu saja laut (bahari/marine) adalah bagian yang lebih luas dari daratan hampir 2/3 dari seluruh luas negeri ini.

Peta Indonesia

Bisa anda bayangkan betapa luasnya laut nusantara ini, dan panjang pantai termasuk yang terpanjang ke 4 di dunia. Jadi memang dari jaman dulu negeri ini memang sudah menjadi  negeri maritim dan terbesar di asia tenggara. Mungkin juga di Asia. Nusantara lama pun merupakan negara maritim terkenal dengan para laksamananya bahkan ada laksamana putri yakni Malahayati. Itu bukti nyata bahwa negeri ini memang nenek moyangnya adalah para pelaut (tentu saja bukan keturunan popeye lho..). Dan era pun berganti, entah dari mana tiba-tiba negeri maritim ini sudah menjadi negeri yang memusatkan kekuatannya di darat. Mungkin kalau melihat sejarah ketika Kesultanan Demak (berada di pesisir utara pulau jawa) dan di pindah oleh Joko Tingkir (sultan hadiwijaya) pindah ke darat (tengah pulau yakni Pajang), nah barangkali para penguasa Indonesia meniru Joko Tingkir yang memindahkan kekuatan politiknya dari Laut (maritim) menjadi kekuatan Darat. Nah, pada jaman Joko Tingkir bisa dimaklumi luas negerinya belumlah seluas sekarang, dan masuk akal kalau memusatkan kekuatannya di Pajang yang memang di darat. Tetapi yang terjadi bangsa Indonesia malah mengikuti Joko Tingkir yang memusatkan kekuatannya di darat, padahal kalau ibukotanya sendiri sudah jelas dekat sekali dengan laut, Jakarta. Hanya politiknya saja yang berorientasi ke darat.
Kesimpulan negeri ini memang sudah menjadi bangsa bahari dari jaman dulu kala, nusantara lama bahkan lebih lama dari hal itu.

BERGANTUNG KEPADA ORANG LAIN
Kalau ada isu-isu bahwa negeri ini "meminta bantuan" kepada negara asing untuk "turut serta" mengawasi wilayah perairan nusantara ini. Ini merupakan kemunduran ratusan tahun bahkan merupakan kemunduran bangsa ini secara "memprihatinkan". Yang menjadi persoalan sebenarnya adalah bahwa mereka yang berpartisipasi "mengamankan" wilayah perairan negeri ini, tidak ada yang ikhlas tanpa pamrih. Ini bentuk dari deal-deal politik yang jelas sangat merugikan bangsa ini secara keseluruhan. Mereka berdalih membantu mengawasi dan mengamankan dari "illegal fishing", bukan masalah mau atau tidak mau dibantu, bahkan malu atau tidak malu dibantu. Tetapi seperti yang saya katakan tadi bahwa mereka pasti "ada pamrihnya". Tidak serta merta dengan "free" membantu bangsa ini. Sebenarnya para pemegang jabatan dan pemerintahan sudah mengetahui hal ini, tetapi apakah mereka tidak mengambil hikmah dari beberapa negara lain yang melakukan hal yang sama dengan bangsa ini, mereka meminta "neo imperialis" datang ke bumi mereka, setelah datang mereka langsung menancapkan kuku kekuasaannya dengan sangat halus di negeri-negeri tersebut. Apakah saya tidak bisa mengatakan bahwa negeri ini sedang digiring ke arah sana ? Menjadi negeri yang digadai untuk kepentingan sesaat yang tidak menguntungkan semua rakyat ini ?. Sudah saatnya kita membuat "swasembada dalam urusan patroli-patroli laut" yang memang sangat amat luas ini. Jangan belum-belum sudah "menyerah" dan malah menyerahkan tugas ini kepada bangsa lain yang notabene sangat membahayakan marwah dan izzah dari bangsa Indonesia ini. Dan ada udang dibalik batu itulah yang sangat "perlu diperhatikan dan dipertimbangkan" dengan bijaksana dan seksama. Pak presiden dengan  langkahnya sudah tepat, orientasinya menuju ke arah MARITIM artinya kembali ke trek yang sudah benar. Kita tunggu saja krida dan istiqomahnya bapak persiden yang kita cintai ini. Berikan doa dan dukungan kepada presiden yang sudah kita pilih ini.


nenek moyangku seorang pelaut
gemar mengarung luas samudera
menerjang ombak tiada takut
menempuh badai sudah biasa.....

SOLUSI
Menyandarkan kepada kekuatan sendiri khususnya untuk wilayah perairan yang sangat luas ini. Perkuat dan perbaiki alat dan SDM dari TNI-AL khususnya, berikut dengan kapal-kapal patroli yang jumlah dan kualitasnya harus disesuaikan dengan optimal. Artinya SDM dan Alat harus proporsional dengan luas wilayah dan keunikan nusantara ini. Kebijakan dari pemerintah adalah salah satu solusi yang terpenting. Bila menyandarkan tugas mulia ini kepada bangsa lain..... saya tidak yakin bangsa ini akan bisa menemui kembali kejayaannya seperti jayanya nusantara lama, ingat bangsa ini adalah bangsa yang pernah besar, dan jaya dimasa lampau, bukankah sebagian besar dari kita termasuk keturunan dan generasi penerus dari mereka ?
Semoga harga diri bangsa ini tetap terjaga, berdikari, dan semakin menyadari bahwa bangsa ini memang 
terlahir sebagai bangsa bahari.


Kamis, 23 Oktober 2014

REALITAS PENDAPATAN KELUARGA DAN KEBIJAKAN PEMERINTAH

BBM HARUS NAIK
Sering saya sebagai rakyat kecil sulit untuk mengartikan bahasa "politik" tersebut, BBM HARUS NAIK, dan katanya bila tidak naik - ada yang bilang tadinya BBM disubsidi pemerintah - akan membahyakan kelangsungan negara ini. Tertangkap oleh saya bahwa "hanya punya satu jurus" untuk mengakali "bahaya" yang mungkin timbul dari "beban" subsidi kepada rakyatnya sendiri, yaitu menaikkan BBM. Bahasa politik memang susah dimengerti akan tetapi akibat dari bahasa yang saya sulit mengerti inilah semua kebutuhan yang ada menjadi mahal.  Belum naik BBM saja saya sudah mengencangkan ikat pinggang, kalau anda lihat saya sudah mentok tuh sabuknya - sampai bolongan sabuk terkecil hingga pinggang saya "nawon kemit", karena saking mengencangkan ikat pinggangnya. Yang saya pertanyakan apakah di sana (pemerintah pejabat wakil rakyat dan pegawai negeri lainnya) juga ada upaya untuk mengencangkan ikat pinggang seperti saya. Kalau jurus yang dipakai hanya satu, apakah saya tidak boleh mempertanyakan "kredibilitas" dari pemerintahan yang ada ? Dari dulu BBM menjadi senjata ampuh untuk pencitraan kaum elit politik yang bekerja dengan tidak ikhlas. Sudah selayaknya rakyat mendapatkan subsidi - kalau anda browsing di google apakah ada negara yang tidak memberikan subsidi kepada rakyatnya ? - dan sudah menjadi hak dari rakyat yang selalu membayar pajak (ppn, penghasilan, pembelian produk, Pbb, dll), akan subsidi yang memang seharusnya diberikan kepada kami dari pemerintah. BBM harus naik ? Itu momok bagi kami rakyat kecil dengan penghasilan yang pas-pasan kalau tidak mau dibilang kurang. Karena BBM adalah akar dari semuanya, transportasi, listrik, pabrik, mesin-mesin pertanian, kapal  nelayan, yang semuanya memakai BBM dan semuanya itu juga merupakan penopang berjalannya sembako, paling terasa adalah kebutuhan pokok semakin mahal dan tak terbeli (yang berkualitas layak), kalau kemampuan ekonomi kami memang sudah mapan, subsidi dicabutpun tidak menjadikan masalah, kalau ekonomi kami sudah mapan BBM naik pun bukan merupakan kendala. Akan tetapi kami saja yang bekerja tetap begitu merasakan dampak dari kenaikan BBM ini, apalagi saudara kita yang kebetulan belum punya pekerjaan tetap, kerja serabutan dan bahkan yang masih tunakarya. Keluhan yang tidak berguna ini memang hanya sekedar masukan kepada pemerintah yang berwenang dan seharusnya berempati kepada rakyat. Kalau sekedar BLT menurut saya itu tidak membantu secara permanen, hanya instan dan dampaknya sangat tidak baik. Berikan pancing dan kolam yang ada ikannya, bukan berikan ikannya saja. Itu istilah kami tentang BLT, diberi ikan saja tanpa tahu bagaimana cara menangkapnya, dimana menangkapnya dan bagaimana menjadikannya lebih langgeng, bukan sementara seperti BLT. Adakah ada jurus lain selain menaikkan harga BBM ini ? Perlu ditunggu keputusan pemerintah kita yang baru ini, bila hanya mempunyai jurus yang itu-itu saja, berarti tidak ada perubahan dari dulu hingga kini.

KELUHAN YANG TIDAK ADA MANFAATNYA
Ada yang mengadakan demo tentang kenaikan BBM ini, tetapi apa manfaatnya, karena di demo berapa kalipun tetap BBM ujung-ujungnya naik. Mengeluhpun tidak ada manfaatnya karena subsidi tetap akan dicabut. Terasa bagi kami pukulan-pukulan telak kepada kantong dan dapur kami, belum lagi TDL listrik naik, belum lagi anak-anak sekolah dengan berbagai iuran yang sangat membebani, tapi semua itu hanya saya tuliskan tanpa meminta anda atau pemerintah untuk empati kepada kami. Kami sudah terbiasa dengan hal ini, dengan penderitaan yang tidak semestinya terjadi bila para pemimpin kami adalah orang-orang yang terpilih, cakap, bermoral, dan mau menunaikan amanah yang dibebankan kepada mereka. Tapi ini sepertinya hanya keluhan yang hilang ditelan dunia maya. Mengeluh tidak ada gunanya tidak merubah keadaan, apalagi merubah kebijakan pemerintah yang sudah diputuskan.

REALITAS PENDAPATAN KELUARGA DAN KENAIKAN BBM
Ini menjadikan sebuah ironi bagi saya pribadi, perusahaan tempat saya bekerja dengan adanya kenaikan BBM ini maka ongkos operasional perusahaan menjadi membengkak, secara logika mereka tidak mungkin menaikkan gaji saya dalam waktu dekat-dekat ini, BBM naik gaji tetap, apakah saya boleh mengartikan bahwa gaji saya turun, atau minus? Inilah kenyataan yang sebenarnya dari orang-orang seperti saya tentang kebijakan pemerintah yang menaikkan harga BBM, dan kami tidak bisa menolak, hanya menyampaikan informasi dan aspirasi, inilah dampak yang terjadi dengan pendapatan saya sehubungan dengan pengurangan atau pencabutan subsidi BBM (yang mengaikbatkan kenaikan harga BBM), dan kami sudah mengikat ikat pinggang lebih kencang lagi, semoga tidak terjadi pada anak cucu saya kelak, cukup orang  tua seperti saya saja yang mengalami ini. Pemerintah seharusnya memberi subsidi kepada masyarakat - sudah menjadi kewajiban pemerintah dan menjadi hak rakyat - bukan malah memutar-mutar subsidi untuk kepentingan yang kami sendiri tidak paham apa akibatnya kalau tidak menaikkan BBM (subsidi tetap diberikan kepada rakyat). Tidak ada solusi dari rakyat kecil, solusi datangnya dari pemerintah dengan kebijaksanaan yang menimbang-nimbang hati nurani dan perasaan rakyat kecil (amanah penderitaan rakyat). Apakah ini akan terjadi dengan baik, atau tetap dalam koridor seperti biasanya, tetap saja kami sebagai rakyat kecil dalam posisi yang tidak pernah menguntungkan. Sudah obyek, ditambahi lagi dengan obyek penderita.Saya lupa bahwa saya masih warga negara republik Indonesia yang hak-haknya tidak bisa terambil karena keterbatasan saya sendiri, dan perlu anda tahu saya tidak akan komplain kepada siapapun, akan taat hukum, dan tidak berbuat yang aneh-aneh, saya manut saja dengan pemerintah apapun kebijakan yang dilakukan oleh mereka. Semoga menjadikan bangsa Indonesia tambah makmur merata dan sejahtera lahir batin. Harapan selalu ada.

Selasa, 23 September 2014

HARAPAN AKAN SEGERA JAYA NEGERI INI

MERDEKA SUDAH LAMA TAPI APAKAH KITA MEMANG SUDAH MERDEKA
Saya - bukan kita - memang merasakan bahwa negeri ini merdeka sudah lama, hampir satu abad, (lebih tua dari umur saya sekarang) , kalau dibuat sebuah generasi barangkali sudah dua atau tiga generasi berlalu, Tetapi buah dari kemerdekaan ini yang Presiden Soekarno sebutkan merupakan "jembatan emas" menuju cita-cita bangsa (adil makmur dan sejahtera yang merata). Namun memang dalam perjalanan negeri ini banyak sekali rintangan dan hambatan yang disebabkan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab terhadap negeri ini, hanya memikirkan diri sendiri dan golongan (dalam hal ini barangkali partai), dengan tindakan yang kurang terpuji - korupsi dan kolusi - dan yang sangat membuat saya khawatir adalah menjadi "pelayan bangsa asing" yang membuat mereka seperti "benalu", yang tidak mungkin menjadikan bangsa ini menjadi bangsa yang maju. Mana ada tumbuhan yang terkena benalu akan tumbuh subur ?, dan benalu memang sangat mirip dengan pohon inang. Berbeda dengan benalu yang sesungguhnya bahwa benalu yang dilakukan oleh "pelayan asing" adalah bukan untuk tumbuh dirinya sendiri melainkan untuk melanggengkan jalan dari "tuannya". Ini sudah lama terjadi, yang lagi-lagi Bapak Proklamator merasa khawatir akan terjadinya neo kolonialisme dan neo liberalisme. Sayang, kekhawatiran beliau sudah terjadi, dan apa yang dilakukan pemerintah memang sampai saat ini belum memuaskan, dan kita tahu mereka kerja, dan berusaha membuang benalu-benalu ini, koruptor (dengan KPK nya), tetapi memang lagi-lagi belum memuaskan hasil kerja mereka. Ini menjadikan kita memang setiap tanggal 17 agustus memperingati kemerdekaan negeri ini, sejatinya memang hanya sekedar seremonial saja - lha kenyataannya yang merdeka belum banyak kok - dan yang merasakan kesejahteraan di negeri ini hanya sedikit orang. Jauh dari kata merata. Padahal bangsa ini begitu besar sumber daya alamnya, yang jelas-jelas akan mampu membiayai semua orang Indonesia bila diatur dan dikelola dengan baik. Jembatan emas, itu apakah memang sudah dilupakan ataukah memang hanya berpindah dari kolonialis yang satu ke kolonialis yang lain. Apakah anda merasa sudah merdeka ? Apakah itu hanya perasaan anda saja ? 

KORUPTOR MEMANG MUSUH UTAMA, DAN BENALU ADALAH MUSUH DALAM SELIMUT
Kalau menangkap koruptor memang sudah ada lembaganya KPK, bagaimana dengan menangkap para "pelayan asing" yang ingin menjadikan bangsa ini menjadi miskin...? Ini yang menjadi PR buat pemerintahan mendatang. Musuh utama memang koruptor dan kita sudah tahu cara memeranginya, bagaimana dengan musuh dalam selimut ini, yang bahaya dan "sepak terjanganya" tidak lebih kecil dari para koruptor. Sayang mereka adalah sangat licin dan halus dalam "berfusi" dengan pemerintah, jabatan yang sering diberikan kepada mereka kok yang biasanya yang strategis - sekitar ekonomi dan keuangan -  yang membuat kebijakan sering tidak memihak rakyat, tapi malah memberikan jalan yang lebar dan mulus bagi tuan-tuan mereka. Membuat bangsa ini menjadi dari bangsa ketimuran, menjadi  bangsa yang liberal. Dan tambah jauh untuk merasakan kemerdekaan yang hakiki. Jembatan emas yang tidak dimanfaatkan dengan baik, malah ditelikung oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab dan menjadi "kolonialis" bagi bangsa sendiri, dengan mengkhianati bangsa sendiri demi ego dan tuan-tuan yang mereka layani.

SOLUSI
Rakyat kecil seperti saya memberikan solusi hanya berdoa dan menggukan hak pilih yang baik dalam pemilu, agar bisa menjadikan pemimpin yang amanah dan bisa membuang duri-duri dalam daging negara ini. Harapan ini memang tulus, bukan memvonis, bukan menghujat. Adalah PR dari pemerintah mendatang yang bisa menjadikan bangsa Indonesia "BENAR-BENAR MERDEKA" bukan seperti yang terjadi seperti saat ini. Semoga menjadi pemikiran bersama. 

NB:
Boleh anda lihat di wikipedia link ini. Tentang Mafia barkeley dan oknum-oknum yang serupa.

Selasa, 09 September 2014

UNDANG-UNDANG ITE, UNTUK MEMBUAT BLOGGER LEBIH BAIK

MENURUT SAYA INI MENAKUTKAN
Kalau ngomong harus hati-hati, kalau posting harus hati-hati, salah-salah bisa dilaporkan polisi, saya tidak paham akan UUD ITE yang telah lama di undangkan - kalau enggak salah tahun 2009 yang lalu - tapi yang jelas dengan kejadian yang lalu di yogyakarta (FS ) dan di bandung (KS) dan bila saya terawang jauh lebih lama lagi ada satu nama (P), itu semua yang telah terkena akibat dari "kurang lebih" kurang hati-hatinya mereka dalam dunia maya yang katanya luas dan tanpa batas ini. "Tanpa batas ?" Sekarang tidak lagi, kita harus "extra waspada" dengan adanya UUD ITE ini. Kalau saya sebagai seorang blogger tentu saja menjadi takut, kikuk menjurus was-was, bagaimana tidak was-was beropini bisa dilaporkan ke polisi. Ranah maya menjadi ranah nyata bahkan di ranah hukum. Dan ketika dunia maya bisa diarahkan ke ranah hukum, ini bagi saya menjadi sangat menakutkan.

SASARANNYA SEHARUSNYA PARA KRIMINAL BUKAN ORANG YANG SEDANG GALAU
Hukum adalah buta (lihat lambangnya adalah timbangan dengan seorang wanita yang ditutup kedua matanya, artinya tidak memandang bulu, siapapun sama dimuka hukum), dan demikian pula dengan undang-undang. Kita sebenarnya mengetahui  kategori yang "kriminal murni" di dunia maya dengan orang yang "sementara" galau - bisa marah geram (seperti kasus FS di yogya) atau iseng , sengaja memancing untuk ditangkap (seperti kasus KS di bandung), di dunia maya,......tapi kejadianya memang sudah berlalu, ya sudahlah. Semua produk harus kita hormati, undang-undang dibuat tentu saja untuk menertibkan. Akan lain jadinya kalau tidak ada undang-undang, semua semrawut dan semuanya kacau. 
Tapi dalam hati kecil saya masih saja bertanya-tanya bagaimana nasib kita para blogger kalau tidak sengaja "menyinggung" orang lain dengan opini dari posting-posting yang kita buat - misalnya postingan tentang suatu daerah, instansi atau pribadi - kemudian ada pihak yang salah paham dan kemudian tersinggung, dan melaporkan ranah hukum, bagaiman nasib kami ? Apakah nasib kami akan sama dengan para kriminal ? padahal kami para blogger sama sekali jauh dari pikiran yang demikian, apakah UU ITE ini bisa disandingkan dengan Kode Etik Jurnalistik ? Para blogger layaknya wartawan (jurnalis) yang kadang membuat posting bukan hanya berdasarkan opini, tetapi berdasarkan laporan/survey seperti yang dilakukan para wartawan untuk membuat blognya ramai dikunjungi. Sayangnya blogger tidak sama dengan wartawan, dan inilah salah satu ketakutan para blogger. Saya tidak tahu dinegara lain apakah "seketat" di negeri ini. Orang memaki-maki di dunia maya kemudian yang dimaki merasa tersinggung (mengambil istilah hukum "pencemaran nama baik"), dan yang terjadi anda semua telah mengetahuinya. Si pemaki bisa dimejahijaukan. Tapi tetap saja saya merasa aneh, orang yang suka beropini semacam saya - mungkin semua blogger - yang jelas jauh dari perbuatan kriminal kok ya bisa diperkarakan yang menjurus kepada ranah hukum. Sekali lagi ini sangat menakutkan bagi saya.
Kalau sudah berbuat kriminal murni - membobol akun online, meretas dan mencuri via akun kartu kredit, mata-mata, mencuri ATM, menipu belanja online dan lain sebagainya - barulah mereka yang "layak" ditangkap  karena ada hubungannya dengan cyber crime. Kalau mencemarkan nama baik itu bukankah ada di KUHP ? jadi UU ITE apakah sama dengan KUHP ?, dari kejadian yang lalu  mungkin saja menjadikan "demokrasi online" menjadi sedikit terganjal, apa mungkin nasib para blogger akan sama dengan wartawan surat kabar di jaman orde baru ? Semoga saja tidak terjadi demikian. 

SOLUSI
Solusi saya hanya usul, apakah UU ITE ini memang sudah tidak bisa direvisi lagi ? Dari semua yang terjadi (kasus yang tereskspos) ternyata yang tertangkap adalah mereka yang "marah, komplain dan galau" kemudian menyampaikan unek-uneknya kepada teman-temannya di dunia maya - bikin status, kicauan atau posting, bahkan sending email - dan itu sudah terjadi. Solusi lain adalah kepada kita sendiri para blogger untuk lebih santun, waspada dan jangan menyebut nama ( " anonim" ) saja ketika memposting sesuatu, kecuali itu sudah menjadi rahasia umum (terpublikasi). Terakhir semoga hak para blogger bisa lebih kokoh dilindungi oleh UU ITE ini. Meskipun demikian saya masih tetap merasa was-was.
Terima kasih



KRITIK BUKAN BERARTI BENCI

SUDAH DARI DULU SAYA KRITISI Bagi yang pernah membaca tulisan-tulisan saya dari mulai saya menulis di blog ini, pasti tahu dengan pasti saya...